Tips Mengelola Bisnis Travel Selama Corona Virus dan hal yang harus dilakukan Pasca Pandemi, Pengusaha Travel WAJIB BACA!

Tips Mengelola Bisnis Travel Selama Corona Virus dan hal yang harus dilakukan Pasca Pandemi, Pengusaha Travel WAJIB BACA!

Artikel ini ditulis untuk membantu menjawab pertanyaan sobat ITGenks tentang bagaimana mengelola bisnis Tour and Travel selama penyebaran Coronavirus dan penyakit yang ditimbulkannya, COVID-19.

Ketika Coronavirus menyebar ke hampir setiap wilayah berpenduduk di dunia, lusinan larangan bepergian telah diberlakukan karena negara-negara telah menutup perbatasan mereka untuk bukan warga negara. Banyak negara dan negara bagian meminta warga untuk berlindung. Di kota-kota yang dulu ramai di dunia, orang bahkan tidak diizinkan keluar karena alasan yang tidak penting.

Lalu, bagaimana cara mengelola perjalanan bisnis selama COVID-19?

hal yang harus diperhatikan bagi pengusaha travel

Secara umum, beginilah tugas yang harus Anda tangani selama wabah Corona Virus.

Jika Sobat bertanggung jawab mengelola perjalanan bisnis travel di perusahaan sobat, tugas dan tanggung jawab Sobat Genks telah berubah secara drastis. Sobat akan berurusan dengan lebih banyak pembatalan dan permintaan pengembalian dana dibandingkan dengan pemesanan perjalanan baru.

Secara khusus inilah hal hal yang harus Sobat lakukan ketika menghadapi wabah pandemi ini:

  1. Tinjau semua pemesanan perjalanan yang akan datang dan lakukan penilaian risiko
  2. Batalkan semua perjalanan yang akan datang yang tidak lulus penilaian risiko
  3. Bekerjalah dengan vendor sobat untuk mendapatkan pengembalian uang atau kredit yang harus sobat berikan kepada customer berdasarkan aturan kebijakan “Force Majeure” perusahaan sobat
  4. Pantau setiap kredit yang telah sobat berikan kepada vendor untuk penggunaan di masa mendatang, termasuk tanggal kedaluwarsa dan batasan transfer
  5. Buat pedoman baru tentang perjalanan yang diizinkan selama wabah ini terjadi berdasarkan aturan pemerintah.

Lalu Bagaimana sebaiknya melakukan manajemen risiko untuk setiap rencana perjalanan?

5 Social Media Analytics Tools Terbaik 2019 Halaman 1 - Kompasiana.com
Lakukan analisis perjalanan secara tepat

Penting untuk mengambil pendekatan analitik untuk merencanakan perjalanan selama COVID-19. Tentu saja, pendapat karyawan dan team Sobat sendiri tentang risiko memang didahulukan.

Jika perjalanan diizinkan oleh pemerintah, maka lakukan analisis risiko cepat, termasuk faktor-faktor seperti tujuan, kesehatan peserta, lamanya perjalanan, kemungkinan penyebaran masyarakat selama perjalanan, dan kepadatan populasi perjalanan.

Secara umum, penilaian risiko mempertimbangkan kemungkinan dan dampaknya. Seberapa besar kemungkinan sesuatu terjadi? Apa dampaknya jika itu terjadi? Hal – hal tersebut yang akan menjadi pedoman Sobat untuk memutuskan layak atau tidaknya perjalanan itu dilakukan.

Kapan saya harus membuka pemesanan wisata lagi?

membuka kembali pemesanan paket wisata

Tentu hal ini akan sangat berkaitan dengan kebijakan pemerintah di daerah wisata tersebut. Namun jangan khawatir, dikutip dari travel.kompas.com dan suarajogja.id menyebutkan bahwa Pemerintah telah menetapkan uji coba “New Normal” Destinasi wisata pada wisata Bali dan beberapa tempat wisata di Yogyakarta. Namun tetap pada prosedur yang berbeda dari sebelumnya.

Kami menghimbau agar sobat ITGenks selalu melakukan tinjauan daftar situs web pemerintah setempat untuk menemukan saran resmi. Saat ini, penilaian terbaik kami menyatakan bahwa sekitar bulan Agustus adalah waktu tercepat yang mungkin ingin Anda pertimbangkan untuk bepergian secara Nasional.

Buka promosi tentang wisata fleksibel

Kita tidak dapat memprediksi seperti apa perjalanan setelah Coronavirus. Tetapi kita tahu bahwa itu akan sangat berbeda. Wisatawan dan bisnis akan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memesan perjalanan yang tidak fleksibel, yang berarti tidak dapat dibatalkan atau dijadwal ulang. Ditambah dengan promo menarik, serta diskon yang cukup, kemungkinan akan menarik calon wisatawan untuk merencanakan perjalanannnya setelah masa Pandemi.

Buka pemesanan wisata fleksibel

Berikut adalah beberapa cara untuk mengatur promosi wisata fleksibel:

Cari Tiket Pesawat fleksibel –

Sebagian besar maskapai penerbangan memungkinkan Sobat ITGenks menambah asuransi perjalanan selama proses pembelian. penting untuk mempelajari tentang erbagai kebijakan tentang bagaimana pembatalan dan penjadwalan ulang. Hal ini akan menguntungkan sobat untuk mengatur hal – hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti perubahan tiba tiba akibat peraturan pemerintah tentang pandemi.

Pesan Hotel yang menawarkan opsi pembatalan terbaik –

Banyak situs pemesanan hotel dan vendor penyedia hotel yang menawarkan pembatalan gratis hingga 14 hari atau bahkan 2 hari sebelum perjalanan. Tentu hal ini akan memudahkan anda dalam mengatur paket perjalanan yang bisa anda tawarkan kepada customer Sobat.

Jalin Kerjasama dengan Asuransi perjalanan wisata –

Asuransi perjalanan merupakan produk asuransi yang berfungsi sebagai pelindung di setiap perjalanan calon wisatawan. Dimana kemungkinan risiko yang bisa terjadi, seperti penerbangan tertunda, pembatalan penerbangan, kehilangan bagasi, atau kecelakaan disaat perjalanan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Secara langsung asuransi perjalanan memberikan kenyamanan dan ketenangan untuk wisatawan dalam melakukan perjalanan ke destinasi yang dituju.

Lebih intensif dalam melaksanakan protokoler kesehatan ketika melakukan perjalanan.

Tetap patuhi setiap protokol perjalanan

Ketika pandemi ini berakhir, akan menjadi suatu titik dimana bisnis akan perlu melakukan perjalanan dan industri akan bangkit kembali dengan sangat cepat. Satu hal yang akan terkena dampak adalah fokus baru pada kesehatan karyawan, dan pemilik bisnis akan mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk ini.

Manajer perjalanan harus memasukkan COVID atau Program Kesehatan lengkap untuk semua pelancong. Karyawan harus lebih peka terhadap protokol keselamatan, asuransi, kebersihan yang lebih baik, dan cara pemesanan yang lebih efisien dan lebih aman, termasuk pemesanan online tanpa kertas dan layanan check-in mandiri.

Kita hidup di masa yang tidak pasti, dan mungkin saja standar baru sertifikasi kesehatan, mungkin sertifikat kekebalan COVID-19, dapat diluncurkan untuk mempertahankan kepercayaan untuk melakukan kegiatan wisata dan tetap terus memastikan keamanan wisatawan.

Hal kecil yang memberikan dampak besar seperti memberikan pedoman baru dalam berwisata, akan membuat para pelancong akan lebih aman daripada sebelumnya.

Digitalisasi Bisnis Travel yang anda miliki

Himbauan untuk melakukan digitalisasi Bisnis Travel untuk menyambut kelonjakan pariwisata Pasca pandemi Covid 19

“Suka tidak suka, mau tidak mau, era digitalisasi ini makin terakselerasi dengan cepat terlebih dengan kondisi ini semua dipaksa untuk memahami digital lebih cepat,” kata Wishnutama saat video conference bersama Asita, pelaku pariwisata, dan sejumlah media, Sabtu (2/5/2020).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan sektor pariwisata perlu bersiap diri menghadapi era digital setelah pandemi corona.

Berkaitan dengan hal ini sangat penting bagi para pelaku bisnis pariwisata untuk mulai melek dengan dunia digital. Hal – hal yang sebelumnya dilakukan secara konvensional cepat atau lambat akan bergeser ke dunia digital / daring online. Secara khusus memang perlu sedikit membuka hati dan pikiran kita untuk mau mengikuti perkembangan zaman ini, atau kita akan tenggelam oleh para pesaing dan pebisnis lainnya yang sudah mau melek teknologi.

Terutama adalah dalam hal pemasaran, dikarenakan kebiasaan manusia era milenial yang tidak bisa lepas dari internet dan gadget, maka saluran pemasaran yang efektif dan cepat adalah melalui daring online.

Sobat bisa mulai menjual paket – paket wisata melalui sosial media, dan membuat website travel sobat sendiri adalah hal yang wajib dilakukan untuk meningkatkan penjualan paket – paket perjalanan yang sobat miliki. Namun menjual melalui marketplace pariwisata adalah hal yang sangat relevan untuk meningkatkan “traffic” penjualan sobat.

Begitulah sekiranya tips dari kami untuk sobat ITGenks. Sudah siapkah kita mengembalikan kejayaan pariwisata Indonesia lebih dari sebelumnya? Maukah kita berbenah dan mengikuti arus perubahan zaman?

Tulis di kolom komentar ya! ?

Leave a Comment