Begini Nih! Cara Menjadi Tour Guide di Indonesia, Simak Caranya..

Hay ITGenks! Apa kabar semuanya? Disini adakah yang mempunyai hobi jalan jalan? Tapi setelah dihitung-hitung cost (biaya) penghasilan kalau hanya dipakai jalan-jalan juga sayang ya. Faktanya, jiwa petualangan manusia itu tidak bisa dibendung lho Genks. Prinsip dasar kita sebagai makhluk hidup akan selalu ingin berpetualangan, mencari hal baru, terus ingin tahu ada apa saja sih dibelahan bumi bagian sana?

Hmmm.. Tapi kalau harus keluarin budget melulu buat liburan saying yah sepertinya. Nah, para ITGenks tidak perlu cemas, sekarang ada lho profesi yang sangat menyenangkan yang dapat kalian lakukan untuk memuaskan Hasrat petualangan kalian. Nah profesi itu itu sudah ada sejak lama Genks, mereka yang mendapatkan uang dari hoby mereka jalan jalan yang dibayar disebut dengan Pemandu Wisata (Pramuwisata) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tour Guide.

Kapan lagi kan kerja sambil menjalankan hobi? Pasti bakal jadi pengalaman berharga yang menyenangkan, bukan?

Pemandu wisata/Pramuwisata atau kerap disebut tour guide merupakan profesi di bidang pariwisata. Pemandu wisata bertanggung jawab mendampingi wisatawan dan memberikan petunjuk serta bimbingan kepada wisatawan.

Kalau menjadi pemandu wisata, ITGenks harus mampu menjelaskan seluk beluk tempat-tempat yang dikunjungi saat perjalanan wisata. Pemandu wisata juga bisa membantu keperluan wisatawan lainnya. Biasanya pemandu wisata berasal dari daerah wisata yang bersangkutan.

Nah mari kita simak yuk bagaimana menjadi seorang Pemandu wisata atau Tour Guide di Negeri Pariwisata Indonesia.

1. Tentukan di mana Sobat ingin bekerja

source : goborobudur.com

Sebelum Sobat memikirkan tentang persyaratan menjadi tour guide, sebaiknya tentukan dulu di mana Sobat ingin bekerja.

Tour guide memiliki spesialisasi dan lisensi untuk tempat-tempat tertentu saja sesuai dengan kapasitasnya.

Seorang tour guide yang memiliki lisensi untuk memandu wisatawan di Pulau Alor, belum tentu bisa menjadi pemandu di tempat lain, misalnya di Candi Borobudur.

Oleh karenanya, sangat penting untuk menentukan terlebih dahulu destinasi wisata mana yang paling Sobat sukai agar bisa memaksimalkan usaha untuk mempelajari destinasi tersebut serta mencari lowongan kerja tour guide di destinasi tersebut.

Tentu lebih menyenangkan jika bekerja di destinasi yang menjadi favorit apalagi jika dekat tempat tinggal kita bukan?

2. Cari pendidikan / pelatihan untuk tour guide

Pelatihan Tour Guide

Menjadi seorang tour guide haruslah memiliki wawasan serta pendidikan yang mendukung kemampuan memandu wisatawan.

Seorang tour guide tidak hanya dituntut untuk menyampaikan penjelasan mengenai suatu destinasi secara menyenangkan, tetapi juga harus menguasai cara memandu serta stSobatr dalam pemanduan wisatawan agar pengalaman yang dirasakan oleh wisatawan dapat lebih maksimal.

Tour guide juga merupakan salah satu “ujung tombak” dari kepariwisataan Indonesia lho Genks. Jadi, jika apa yang disampaikan oleh tour guide tidak benar atau membuat wisatawan bosan bahkan jengkel, maka bisa-bisa destinasi tersebut akan mendapat citra buruk dari para wisatawan. Hmm, jangan sampai terjadi ya genks

Oleh karena itu, sangat penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengikuti pendidikan tour guide baik dalam institusi pendidikan tinggi seperti di perguruan tinggi Jurusan Usaha Perjalanan Wisata maupun lembaga pelatihan tour guide seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia atau melalui Lembaga Pelatihan Kerja yang bisa memberikan uji kompetensi di bidang Pemandu wisata.

3. Pelajari terus destinasi favorit

source : wisatasingapura.web.id

Sembari belajar di institusi pendidikan maupun pelatihan tour guide yang sobat pilih, Sobat ITGenks tetap bisa memfokuskan diri untuk terus menambah informasi mengenai destinasi wisata favorit yang sudah Sobat tentukan sebelumnya.

Kuasai dengan penuh segala informasi yang berhubungan dengan kepariwisata dari destinasi wisata favorit Sobat tersebut, bahkan tambahkan juga sedikit informasi umum karena tidak jarang wisatawan menanyakan hal-hal yang diluar dari kepariwisataan seperti tingkat pendapatan masyarakat lokal di destinasi tersebut dan lain sebagainya.

Selain itu, kuasai juga bahasa asli dari destinasi tersebut agar dapat memudahkan komunikasi Sobat ITGenks dengan masyarakat lokal.

Terlebih jika Sobat bukanlah warga asli dari destinasi wisata tersebut.

4. Ikuti program Escorting dengan baik

Source :siaranindonesia.com

Escorting merupakan istilah yang digunakan untuk kerja praktik di bidang pemanduan wisata.

Biasanya lembaga pendidikan maupun pelatihan tour guide sudah melakukan kerjasama dalam program escorting ini dengan beberapa agen perjalanan maupun biro pariwisata.

Sobat bisa melakukan escorting di berbagai biro perjalanan wisata yang menerima tambahan pemandu wisata.

Escorting terbagi menjadi 3 tahap. Pada tahapan pertama, Sobat hanya diperbolehkan untuk melihat dan mengamati pemandu wisata senior sembari mencatat apa-apa saja yang menurut Sobat penting.

Pada tahap selanjutnya, Sobat diizinkan untuk memandu sebagian perjalanan wisata yang Sobat ikuti. Jika dirasa Sobat sudah cukup mampu untuk memadu wisatawan secara baik, maka Sobat diizinkan untuk melakukan pemanduan wisata secara mandiri.

5. Dapatkan lisensi tour guide / Pemandu Wisata

source: https://dpchpibanjarnegara.wordpress.com/

Setelah lulus dari pendidikan atau pelatihan pariwisata, langkah selanjutnya adalah mendapatkan lisensi pramuwisata dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang tepatnya dilaksanakan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata.

Lisensi ini akan berguna sebagai kartu identitas Sobat. Tanpa lisensi Sobat tidak diizinkan memandu wisatawan.

Persyaratan untuk mendapatkan lisensi dapat berbeda-beda di masing-masing provinsi. Namun secara umum persyaratannya adalah:

  1. Pernah mengikuti program escorting di agen perjalanan atau biro pariwisata
  2. Usia minimal 18 Tahun (bisa berbeda di masing-masing provinsi)
  3. Menguasai bahasa daerah (di destinasi tempat bekerja)
  4. Paham dengan budaya daerah (di destinasi tempat bekerja)
  5. Persyaratan lain sesuai dengan peraturan daerah masing-masing provinsi

Lisensi pramuwisata ini memiliki masa berlaku selama 3 tahun. Ini berarti Sobat harus mendaftar ulang setiap 3 tahun sekali.

Perlu Sobat ketahui, tour guide yang tidak berlisensi atau lisensinya sudah habis masa berlakunya namun tetap memaksakan diri melakukan pemanduan wisata akan dikenakan sanksi berupa hukuman denda hingga 50.000.000 rupiah.

6. Kenali perbedaan Freelance Guide dan Staff Guide

Ada dua jenis pemandu wisata yang perlu Sobat ketahui, yaitu pemandu wisata lepas / freelance guide dan pemandu wisata staff / staff guide.

Seperti namanya pemandu wisata lepas tidak terikat oleh satu biro perjalanan sehingga Sobat bisa memilih kapan dan dengan biro perjalanan mana Sobat ingin bekerja.

Namun, sayangnya pemandu wisata lepas tidak memiliki gaji tetap, sehingga akan sangat sulit untuk mendapat pemasukan dari pekerjaan pemanduan wisata pada saat sedang musim sepi.

Beda halnya dengan pemandu wisata staff yang memiliki gaji tetap baik ketika sedang musim ramai maupun musim sepi.

Pemandu wisata staff terikat oleh satu biro perjalanan dan Sobat juga dituntut untuk selalu siaga di biro tersebut.

Sebagian besar pekerjaan pemanduan wisata diisi oleh pemandu wisata lepas.

Hal ini tidak hanya karena profesi pemandu wisata dijadikan kebanyakan orang sebagai pekerjaan sampingan, tetapi juga berhubungan dengan strategi finansial dari agen perjalanan atau biro pariwisata.

7. Saatnya melamar pekerjaan!

source : img.okezone.com

Setelah Sobat mendapatkan pemahaman dan persiapan yang mumpuni dibidang pemanduan wisata, kini saatnya Sobat melamar pekerjaan.

Seperti yang telah disinggung pada poin sebelumnya, Sobat bisa melamar menjadi freelance guide maupun staff guide.

Jika Sobat diterima bekerja menjadi freelance guide, maka ini merupakan kesempatan Sobat untuk membangun jaringan dengan berbagai agen perjalanan maupun biro pariwisata dan meningkatkan citra positif Sobat agar dikenal sebagai pemandu wisata yang handal.

Sobat ITG juga bisa mendaftarkan diri pada platform marketplace pariwisata www.indonesiatourguide.co.id untuk mulai menjual jasa sobat secara mandiri. Selain memudahkan untuk mencari order, sobat juga tidak perlu repot untuk melakukan branding diri sobat tentang pekerjaan sobat. Menarik bukan ?

8. Tingkatkan terus kualitas Sobat

Seorang pemandu wisata yang handal tidak akan pernah berhenti untuk belajar. Ini juga berhubungan dengan pekerjaan pemandu wisata yang tidak kaku.

Meskipun destinasi wisata tempat Sobat memandu wisatawan tidak berubah banyak setiap waktunya, namun tentu materi yang Sobat sampaikan kepada wisatawan akan mengalami perubahan.

Ini dikarenakan Sobat harus mengkombinasikan antara menyampaikan penjelasan tentang destinasi wisata dengan memberikan hiburan kepada wisatawan.

Agar wisatawan dan Sobat sendiri tidak bosan dengan penyampaian yang Sobat berikan, tidak ada salahnya untuk terus meningkatkan kualitas diri Sobat dengan terus belajar informasi baru baik informasi umum maupun informasi mengenai destinasi tempat Sobat memandu wisatawan.

Bisa saja suatu saat di destinasi Sobat akan diadakan pembangunan ataupun perombakan, ini tentu dapat menjadi pengetahuan tersendiri bagi wisatawan jika Sobat menyampaikannya.

Dengan menyampaikan informasi yang selalu diperbaharui, Sobat bisa memaksimalkan pengalaman yang didapat oleh wisatawan.

Untuk menjadi seorang tour guide atau pemandu wisata, Sobat perlu membekali diri dengan pengetahuan, keterampilan serta persyaratan administrasi dengan lengkap. Terus upgrade kemampuan diri sobat agar dapat benar benar menjadi expert dalam bidang pemandu wisata.

Sebagai seorang tour guide atau pemandu wisata, Sobat merupakan bagian terpenting dari citra Indonesia di mata dunia.

Maka tidak terlalu berlebihan jika tour guide disebut dengan ujung tombak pariwisata di Indonesia. Apakah Sobat benar-benar berminat untuk menjadi pemandu wisata? Tulis di kolom komentar ya 🙂

1 thought on “Begini Nih! Cara Menjadi Tour Guide di Indonesia, Simak Caranya..”

Leave a Comment